Rangkuman Filsafat & Etika
Nama : Selvy Dina Retnowati
Kelas : R3L
NPM : 202146500897
Rangkuman Filsafat Seni
------------------------------------
Pengetian Estetika dan Filsafat seni
Estetika biasanya diartikan sebagai kajian tentang keindahan. Menurut sejarahnya penggunaan "Estetika" bermula dari kata yunani "Aishthesis" yang mempunyai arti penerapan indrawi
Tradisi pemikiran yang berkembang sejak masa yunani sampai dengan era modern, biasanya mengartikan keindahan sebagai sebuah segitiga yang mempersatukan ide tentang apa yang indah, apa yang benar, dan apa yang baik. "Bonum, Verum, dan Pulchrum" mempunyai arti kebaikan, kebenaran, dan apa yang indah.
"Keindahan tidak mungkin dibahasakan" salah seorang pemikir di abad-17 menyebutnya dengan sebuah frase Je Ne Sais Quoi yang artinya "aku tidak tahu apa". Keindahan adalah sesuatu yang tentangnya tidak tahu apa. Usaha untuk menggambarkan ke-khasan dari keindahan yang menjadi inti definisi dari keindahan telah menggiring para pemikir estetika untuk mencapai suatu kesimpulan, yaitu bahwa apa yang membuat suatu itu indah harus dilihat dari segi mengolah wahananya.
Kenapa Etika tidak ada?
Kata "moral" berasal dari kata latin "mores"yang artinya kebiasaan sedangkan etika itu dari kata yunani "ethos" yang berkaitan dengan diposisi atau kecenderungan sikap atau karakter seseorang. Terdapat 3 aliran besar dalam filsafat etika, yang pertama disebut etika deontologis atau etika kewajiban, yang kedua etika keutamaan, dan yang ketiga adalah etika konsekuensialis (etika yang berurusan dengan konsekuensi dari tindakan)
Etika deontologis berarti nilai moral dari suatu tindakan. Contohnya (suatu tindakan yang dilakukan murni demi kewajibannya, contoh menolong orang tapi merugikan kepentingannya). Etika keutamaan melihat masalah sebagai satu rangkaian dalam menyelenggarakan hidupyang luas. Tujuan utama laku etis adalah mencapai hidup yang baik.
Etika konsekuensialis yang menganggap tindakan baik itu adalah apapun yang mengasilkan hasil yang baik. contoh yang paling terkenal adalah suatu filsafat etika yang disebut sebagai utilitarianisme yang berbasis pada manfaat."Meta-etika". "Meta" dalam bahasa yunani artinya sesuatu yang melampaui. jadi kita bertanya tentang hal-hal etisnya dan tidak etisnya. kategori etnis itu sendiri yang dipertanyakan, bukan contoh-contoh tindakan etis.
Kehidupan manusia bisa dilihat sebagai spektrum yang merentang dari kehidupan yang paling plivat sampai yang publik. Mulai dari lagu yang dipikir dikamar sampai dengan pemungutan suara di bilik suara untuk mengambil keputusan. Kategori filsafat politik untuk menyebut hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bersama.contohnya seperti pengambilan kebojakan, mennetukan sikap.
Filsafat yang disebut sebagai estetika berkaitna dengan apa yang indah dan yang tidak indah. Misalnya yang menyentuh hati, yang menyangkut hal yang privat sekali. Filsafat politik itu bukanlah seterusnya publik sedangkan etika itu privat, karena bisa jadi politik itu privat dan etika itu publik. artinya dia berkenaan dengan cara orang akhirnya untuk diruang publik itu merasakan sesuatu, menhayati sesuatu. Misalnya saat kita melihat pameran atau menonton pameran dihadirkan dalam bentuk kritik politik dan seterusnya.
Keduanya mencerminkan spektrum aktivitas manusia yang luas, mulai dari ranah persepsi tentang apa yang indah dan tidak indah, yang menyentuh dan tidak menyentuh. Wilayah etika dan wilayah lain yang berkaitan dengan deliberasi atau proses sumbang pendapat, saling berdebat, berfikir yang masuk dalam wilayah filsafat politik. 3 aliran filsafat dapat dipetakan, dijelaskan berdasarkan interaksi antara filsafat politik dan etika. Jika filsafat politik mendominasi etika maka hasilnya etika kewajiban, yaitu etika yang mengutamakan segala sesuatunya harus bisa di Universalkan, harus bisa menempatkan manusia sebagai tujuan.
Etika deontologis itu sebenarnya adalah filsafat politik yang menginfasi ranah estetika, sebaliknya jika kita kihat ketika etika ini masuk menginvasi filsafat politik hasilnya adalah filsafat keutamaan, yaitu etika yang dibimbing oleh ideal-ideal subjektif yang sebetulnya tidak bisa dibertanggung jawabkan.
Kesimpulan
Secara sederhana, etika adalah sistem prinsip moral. Etika berkaitan dengan apa yang baik bagi individu dan masyarakat dan juga digambarkan sebagai filsafat moral. Etika merupakan kohensi yanaksg tertulis bahkan tidak terurai yang merupakan tindakan untuk membangun interaksi antar manusia. Jadi etika akan ada dan dapat dijaga jika ada orang lain.
Terdapat 3 aliran besar dalam filsafat etika, yang pertama disebut etika deontologis atau etika kewajiban, yang kedua etika keutamaan, dan yang ketiga adalah etika konsekuensialis (etika yang berurusan dengan konsekuensi dari tindakan)
Estetika semula merupakan bagian dari kajian tentang asal-usul dan prinsip dasar dari pengetahuan manusia. Tradisi pemikiran yang berkembang sejak masa yunani sampai dengan era modern, biasanya mengartikan keindahan sebagai sebuah segitiga yang mempersatukan ide tentang apa yang indah, apa yang benar, dan apa yang baik
Komentar
Posting Komentar